8.394 Pekerja di 21 Daerah Jawa Timur Terkena PHK Sepanjang 2024

Jawa Timur – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan bahwa sebanyak 8.394 pekerja di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun 2024. Angka ini merupakan data yang dihimpun dari laporan pemerintah kabupaten/kota setempat.
Data Pekerja yang Terkena PHK di Jawa Timur
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, menjelaskan bahwa angka PHK sebanyak 8.394 pekerja tersebut sesuai dengan data yang tercatat di lembaganya. Adapun sektor-sektor yang paling banyak mengalami pemutusan hubungan kerja meliputi industri, perdagangan, jasa dan investasi, infrastruktur, utilitas dan transportasi, serta industri dasar kimia.
Daerah dengan PHK Terbanyak di Jawa Timur
Beberapa daerah di Jawa Timur yang mencatatkan jumlah pekerja terbanyak yang terkena PHK adalah sebagai berikut:
- Nganjuk: 1.851 pekerja
- Pasuruan: 1.338 pekerja
- Gresik: 1.206 pekerja
- Malang: 850 pekerja
- Kediri: 608 pekerja
- Mojokerto: 325 pekerja
- Pasuruan Kota: 305 pekerja
- Sidoarjo: 262 pekerja
- Kediri Kota: 229 pekerja
- Jember: 226 pekerja
- Banyuwangi: 212 pekerja
- Jombang: 207 pekerja
- Probolinggo Kabupaten: 191 pekerja
- Lamongan: 187 pekerja
- Surabaya: 173 pekerja
- Tuban: 50 pekerja
- Probolinggo Kota: 25 pekerja
- Bojonegoro: 24 pekerja
- Malang Kota: 11 pekerja
- Tulungagung: 1 pekerja
Upaya Disnakertrans Jatim untuk Membantu Pekerja Terkena PHK
Sigit Priyanto menyebutkan bahwa Disnakertrans Jatim telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pekerja yang terkena PHK. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait dengan program kehilangan pekerjaan. Selain itu, Disnakertrans juga menyediakan pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan pekerja yang terdampak PHK.
Tidak hanya itu, Disnakertrans Jatim juga menggelar job fair dan berbagai program lainnya untuk membantu pekerja dalam mencari peluang kerja baru. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi pekerja yang terdampak PHK agar dapat kembali memperoleh pekerjaan yang layak.
Kesimpulan
Sepanjang tahun 2024, 8.394 pekerja di Jawa Timur mengalami PHK, dengan sektor industri dan perdagangan menjadi yang paling terdampak. Disnakertrans Jatim terus berupaya membantu pekerja yang terkena PHK melalui berbagai program, termasuk kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan pelatihan di BLK. Program-program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan bagi pekerja yang terdampak dan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru.